<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Dapur MBG Purwakarta &#8211; PWkab.com</title>
	<atom:link href="https://www.pwkab.com/tag/dapur-mbg-purwakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<description>Purwakarta Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2026 10:23:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://www.pwkab.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Teks_paragraf_Anda_20250317_185217_0001-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Dapur MBG Purwakarta &#8211; PWkab.com</title>
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>​Aroma Amis di Balik Piring Makan Bergizi: Gurita Dapur MBG Purwakarta Mulai Digulung Kejagung?</title>
		<link>https://www.pwkab.com/opini/aroma-amis-di-balik-piring-makan-bergizi-gurita-dapur-mbg-purwakarta-mulai-digulung-kejagung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 10:23:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Dapur MBG Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi MBg Purwakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3708</guid>

					<description><![CDATA[​Purwakarta, PWkab.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">​<strong>Purwakarta, PWkab.com</strong> – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya digagas demi mengisi perut anak-anak bangsa agar tumbuh cerdas, kini justru menyajikan drama hukum yang kian memanas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Purwakarta, program mulia ini diduga kuat telah berubah wujud menjadi &#8220;ladang basah&#8221; korupsi. Pekan ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi &#8216;menyeret&#8217; sejumlah nama besar ke Jakarta untuk dikuliti keterangannya. Kasus ini bukan lagi sekadar rumor hangat, melainkan bom waktu yang siap meledak.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<strong>Empat &#8220;Pemain Utama&#8221; Masuk Radar</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">​Informasi yang dihimpun menyebutkan, tim penyidik Kejagung telah mengantongi empat nama aktor intelektual di tingkat daerah. Mereka adalah S, MAA, AK, dan AP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Bukan sembarang nama, S dan MAA disebut-sebut sebagai sosok &#8220;kebal hukum&#8221; di Purwakarta. Di balik layar, keduanya adalah tangan kanan kepercayaan lingkaran penguasa lokal yang memegang kendali penuh atas perputaran uang, gurita bisnis, hingga operasional taktis di wilayah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Dugaan Kuat: Keempat orang ini disinyalir menjadi jembatan penghubung (benang merah) ke jaringan yayasan yang terafiliasi erat dengan mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN). Skandal ini kian mengerikan dengan adanya dugaan aliran &#8220;setoran rutin&#8221; yang mengalir deras dari daerah, mampir ke kantong penguasa lokal, hingga bermuara ke jaringan mafia di tingkat pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<strong>Bongkar &#8220;Puncak Gunung Es&#8221; Skandal Pusat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">​Kejutan dari Purwakarta ini merupakan babak baru setelah Kejagung berhasil mengobrak-abrik skandal serupa di tingkat pusat. Modus yang digunakan para pelaku tergolong sederhana namun sangat mematikan keuangan negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Kini publik bertanya-tanya: Apakah Purwakarta adalah replika sempurna dari korupsi sistemik di pusat? Jika iya, maka penangkapan di Jakarta kemarin hanyalah puncak gunung es dari jaringan yang sudah mengakar gurita ke daerah-daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Masyarakat kini mendesak Kejagung untuk bertindak tanpa pandang bulu. Dokumen yang rapi di atas kertas jangan sampai menyembunyikan permainan kotor di bawah meja. Jika terbukti ada aliran dana, siapapun yang menikmati uang haram tersebut—termasuk para penguasa yang berlindung di balik pengaruh politiknya—harus ikut menyeret kursi di ruang pemeriksaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Meskipun asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi, pemanggilan resmi keempat nama ini sudah cukup menjadi bukti bahwa ada hal yang sangat tidak beres sedang terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Publik kini menunggu keberanian Kejagung. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, membuat oknum kecil menjadi kambing hitam, sementara sang dalang tetap asyik menikmati &#8220;kue&#8221; anggaran negara. Uang rakyat harus kembali ke perut anak-anak, bukan ke dompet segelintir pejabat! ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mulai dari Purwakarta, PBNU Bangun 1000 Dapur MBG</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/mulai-dari-purwakarta-pbnu-bangun-1000-dapur-mbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 06:18:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Dapur MBG Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3090</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memulai...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memulai pembangunan 1000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Peletakan batu pertama pembangunan Dapur MBG digelar di Pondok Pesantren Al-Hikamussalfiyah, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (29/7/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembangunan ini merupakan bagian dari kerja sama PBNU dan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan gizi bagi santri dan pelajar di lingkungan pendidikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, pembangunan dapur MBG ini menjadi langkah konkret PBNU dalam mendukung program nasional. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Gus Yahya, sapaan akrab Ketum PBNU, menyebut bahwa setidaknya terdapat 1.000 dapur yang dikelola PBNU yang akan dibangun secara bertahap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pada tahap pertama ini, ada 218 yayasan berbasis pesantren dan lembaga pendidikan di lingkungan NU yang telah masuk dalam proses di portal Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Gus Yahya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia menambahkan, hingga saat ini, sebanyak 47 titik dapur tengah dalam tahap persiapan pembangunan, 7 dapur telah selesai dibangun dan disurvei, serta 1 dapur lainnya telah siap dan menunggu penunjukan Kepala Dapur yaitu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang diberi mandat mengelola operasional dapur tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam waktu dekat, PBNU akan meresmikan 10 titik SPPG yang siap beroperasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dan kita sudah tahu bersama bahwa program ini juga menjadi salah satu program prioritas dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam acara tersebut turut hadir Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan, Bapak H. Sumasna, ST., MUM. mewakili Gubernur Jawa Barat, Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin, Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni, Ketua PBNU Alissa Wahid, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Syarif Munawi dan Ai Rahmayanti, Wakil Bendahara Umum PBNU M. Nuruzzaman, serta pengasuh Pesantren Al-Hikamussalfiyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prosesi Groundbreaking pembangunan SPPG ini kemudian disambung dengan kegiatan Konsolidasi Syuriyah NU se Jawa Barat, yang dipimpin langsung oleh Rais Am PBNU KH Miftachul Achyar dan Katib Am KH Ahmad Said Asrori. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
