<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Hari Jadi Purwakarta &#8211; PWkab.com</title>
	<atom:link href="https://www.pwkab.com/tag/hari-jadi-purwakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<description>Purwakarta Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jul 2026 05:51:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pwkab.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Teks_paragraf_Anda_20250317_185217_0001-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Hari Jadi Purwakarta &#8211; PWkab.com</title>
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puncak Hari Jadi Purwakarta: Festival Budaya “Ajeg Budaya” Pukau Ribuan Warga</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/puncak-hari-jadi-purwakarta-festival-budaya-ajeg-budaya-pukau-ribuan-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 05:49:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Purwakarta Istimewa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3731</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com, Purwakarta &#8211; Pusat Kota Purwakarta berubah menjadi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PWkab.com, Purwakarta</strong> &#8211; Pusat Kota Purwakarta berubah menjadi satu panggung kebanggaan yang menyatukan hati ribuan warga. Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Pertigaan BTN tampak hidup dengan cahaya, warna, dan semangat pelestarian warisan leluhur, saat Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan Festival Budaya bertema &#8220;Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa&#8221;, Senin 20 Juli 2026, malam.</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58 tahun 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran pimpinan daerah menegaskan dukungan penuh terhadap kelestarian budaya. Tampak hadir memeriahkan acara Pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta beserta seluruh jajaran pimpinan, anggota, dan kesekretariatan, yang berbaur harmonis bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta unsur pemimpin lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian arak-arakan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, berangkat dari pertigaan Patung Egrang di Kelurahan Nagri Kaler, berjalan beriringan menyusuri jalan utama kota, hingga berakhir di pertigaan Patung Kuda kawasan BTN Purwakarta, Kelurahan Nagri Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepanjang rute yang dilalui, ribuan warga dari berbagai penjuru desa dan kelurahan telah berdiri dengan tertib, menanti dan menyambut iringan budaya dengan penuh sukacita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di barisan paling depan tampak Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang menaiki Kereta Kencana. Pilihan ini bukan sekadar kemegahan semata, melainkan simbol mendalam: bahwa kepemimpinan di Purwakarta senantiasa berpijak pada penghormatan tinggi terhadap nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyusul di belakangnya, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta tamu kehormatan lainnya menunggangi kuda, berjalan beriringan memimpin gelaran ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sekeliling iringan utama, tampak keindahan yang beragam: mulai dari pasukan kuda yang berbaris rapi, utusan kesenian dari berbagai kabupaten dan provinsi yang hadir berbagi kekayaan tradisi, hingga penampilan terbaik dari kesenian se-Kecamatan se-Kabupaten Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai komunitas seni, sanggar budaya, pelajar, serta elemen masyarakat lainnya turut tampil dengan bangga, menampilkan kekayaan tradisi yang mencerminkan identitas asli Purwakarta. Gerak tarian, alunan musik, dan pakaian adat yang beragam menjadi bukti bahwa Purwakarta adalah rumah bagi keberagaman yang menyatu dalam rasa persaudaraan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami menyampaikan pandangan yang mendalam mengenai makna terselenggaranya festival ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar perayaan seremonial yang berlalu begitu saja. Ini adalah momen berharga untuk kita buka seluas-luasnya, memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan tradisi yang menjadi milik kita bersama, baik kepada masyarakat sendiri maupun para tamu yang hadir dari berbagai daerah,&#8221; kata Teh Puji, begitu Ketua Dewan itu kerap disapa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga mengungkapkan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta meninggalkan kesan yang baik dan kenangan yang manis di hati setiap orang yang menyaksikannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, Teh Puji, menegaskan bahwa keberhasilan malam ini tidak datang dari satu pihak saja. &#8220;Ini adalah hasil kerja sama yang indah. Antara pemerintah daerah, jajaran keamanan, panitia pelaksana, para seniman, komunitas budaya, dan seluruh masyarakat yang bahu-membahu menjaga ketertiban serta menjaga semangat gotong royong selama kegiatan berlangsung,&#8221; jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harapan besar pun disampaikan agar semangat &#8220;Ajeg Budaya&#8221; ini tidak hanya terasa di malam perayaan saja, melainkan terus hidup dan tumbuh di setiap langkah kehidupan warga Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diharapkan, festival ini mampu semakin memperkokoh jati diri daerah, menumbuhkan rasa bangga yang mendalam terhadap budaya sendiri, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, Festival Budaya ini menjadi bukti nyata dan komitmen teguh dari seluruh elemen pemimpin dan masyarakat Purwakarta: bahwa melangkah menuju kemajuan tidak berarti meninggalkan akar sejarah. Merawat dan mengembangkan warisan budaya adalah tugas mulia yang harus kita teruskan, demi Purwakarta yang tetap istimewa di mata dunia. <strong>***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa: Merawat Jati Diri di Tengah Arus Modernisasi</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/ajeg-budaya-purwakarta-istimewa-merawat-jati-diri-di-tengah-arus-modernisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 11:50:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Purwakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3728</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com, Purwakarta — Gedung Dewan Ciganea tampak penuh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PWkab.com, Purwakarta</strong> — Gedung Dewan Ciganea tampak penuh dan berlangsung dengan suasana khidmat pada Senin (20/7/2026). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta secara resmi menyelenggarakan Sidang Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan bersejarah ini dihadiri oleh beragam elemen strategis, meliputi tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), awak media, pejabat daerah, serta para mantan pemimpin yang telah mengabdi bagi kemajuan Purwakarta. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan persatuan yang kuat dalam mengawal arah pembangunan daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turut hadir pula jajaran lengkap Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati beserta Wakil Bupati Purwakarta, para mantan Bupati, mantan Wakil Bupati, mantan Sekretaris Daerah, tokoh agama, serta Anggota DPR RI dan Anggota DPRD Provinsi dari daerah pemilihan setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seluruh rangkaian sidang diselenggarakan dengan nuansa khas budaya Sunda yang sangat kental, merefleksikan tekad kuat menjaga marwah lokal di tengah arus modernisasi. Hal ini terlihat nyata dari busana adat yang dikenakan oleh pimpinan dan anggota dewan, serta penggunaan bahasa daerah dalam penyelenggaraan sidang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami. Dalam pidato pembukaannya, beliau menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan sebuah momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya dan karakter masyarakat Purwakarta secara berkelanjutan.<br>​&#8221;Tema &#8216;Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa&#8217; yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata bagi seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa melestarikan seni, bahasa, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi jati diri daerah ini sejak lama,&#8221; ujar Sri Puji Utami di hadapan para undangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Sri Puji Utami menyampaikan bahwa kemajuan pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian warisan budaya. Nilai-nilai luhur budaya dinilai menjadi pilar utama dalam pembentukan karakter masyarakat, sekaligus benteng pertahanan identitas di tengah derasnya arus perubahan dan globalisasi yang kian tak terbendung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua DPRD juga menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan melalui berbagai program konkret, antara lain pembangunan ruang kreatif serta kegiatan yang mendorong potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui sinergi ini, diharapkan semangat tema hari jadi dapat memperkokoh persatuan, jiwa gotong royong, dan solidaritas sosial, sehingga Purwakarta dapat tumbuh menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera tanpa kehilangan jati dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, agenda tahunan ini juga berfungsi sebagai wadah refleksi historis atas perjalanan daerah sekaligus sarana evaluasi arah kebijakan pembangunan. Paripurna kali ini menegaskan pentingnya penyelarasan visi antara lembaga legislatif dan eksekutif guna mengoptimalkan pelayanan publik, memperkuat infrastruktur, meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Seluruh elemen berkomitmen untuk bersinergi mengawal kesejahteraan dan kemajuan Purwakarta secara berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Usai sesi sidang resmi ditutup, suasana khidmat berganti menjadi meriah dan penuh sukacita dengan penampilan seni yang memukau. Budayawan sekaligus penyanyi nasional, Charly Van Houten, hadir menghibur seluruh tamu undangan dengan penampilannya yang memikat. Suasana budaya semakin kental disusul oleh penampilan tarian khas yang dibawakan secara apik dan anggun oleh Ni Hyang Sukma Ayu, menutup rangkaian acara peringatan hari jadi dengan kesan mendalam bagi seluruh hadirin. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>APBD Dikocok Rp1,93 Miliar untuk Hari Jadi Purwakarta, Proyek Diecer, Akal-Akalan Hindari Tender?</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/apbd-dikocok-rp193-miliar-untuk-hari-jadi-purwakarta-proyek-diecer-akal-akalan-hindari-tender/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 16:28:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran hut purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3674</guid>

					<description><![CDATA[Purwakarta, PWkab.com &#8211; Anggaran fantastis senilai Rp1.933.918.363 (Rp1,93...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Purwakarta, PWkab.com</strong> &#8211; Anggaran fantastis senilai Rp1.933.918.363 (Rp1,93 Miliar) yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk perayaan Hari Jadi Purwakarta Tahun 2026 mendadak jadi sorotan tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih dikelola secara transparan dan terpusat, proyek miliaran ini justru terindikasi kuat &#8220;diecer&#8221; menjadi 25 paket pengadaan langsung demi menghindari proses tender.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Pola pengadaan yang mencurigakan ini memicu spekulasi miring di tengah masyarakat: Apakah ini murni untuk pesta rakyat, atau sekadar ajang bagi-bagi kue anggaran antardinas dan kontraktor rekanan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Modus Paket &#8220;Kembar&#8221; Rp99 Juta: Akal-Akalan Hindari Tender?</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">​Berdasarkan data yang dihimpun dari sistem Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), aroma tidak sedap tercium dari pola alokasi anggaran di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebanyak 14 OPD tercatat menerima anggaran yang nilainya disetting seragam, mepet di angka Rp99 juta per paket. Secara regulasi (Perpres No. 16/2018), batas maksimal Pengadaan Langsung (non-tender) untuk jasa lainnya adalah Rp200 juta. Dengan memotong anggaran di bawah Rp100 juta, Pemda Purwakarta melenggang bebas menunjuk langsung vendor tanpa perlu repot melalui proses lelang terbuka yang ketat, transparan, dan kompetitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​<strong>Daftar OPD Penikmat Paket &#8220;Mepet Kanan&#8221; Rp99 Juta</strong>:</p>



<p class="wp-block-paragraph">​- Dinas Perhubungan: Rp99.575.000<br>​- Kecamatan Purwakarta: Rp99.557.500<br>​- BKPSDM: Rp99.521.500<br>​- DKUPP: Rp99.500.000<br>​- Inspektorat Daerah: Rp99.479.000<br>​- Bappelitbangda: Rp99.466.500<br>​- Kesbangpol: Rp99.428.100<br>​- Disporaparbud: Rp99.384.689<br>​- Disperkim: Rp99.382.500<br>&#8211; ​Sekretariat DPRD: Rp99.350.550<br>​- Diskominfo: Rp99.283.950<br>​- Diskar PB: Rp99.260.000<br>​- Dinsos P3A: Rp99.230.000<br>​- Sekretariat Daerah: Rp98.245.100</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya tingkat dinas, &#8220;kue&#8221; Hari Jadi ini juga dibagi-bagi ke 11 kecamatan dengan nominal seragam di angka Rp48 juta hingga Rp49 juta per paket kegiatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aroma Monopoli: Satu Perusahaan Borong Banyak Paket</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Kejanggalan tidak berhenti pada pemecahan paket anggaran. Praktek penunjukan langsung ini disinyalir kuat menguntungkan segelintir perusahaan &#8220;peliharaan&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Bagaimana tidak, CV Santika Jaya sukses memborong 6 paket kegiatan sekaligus di enam kecamatan berbeda (Sukatani, Maniis, Darangdan, Tegalwaru, Sukasari, dan Babakancikao).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak kalah subur, CV Cipta Sarana Kreasi Papoy mengantongi 3 paket di Kesbangpol, Bappelitbangda, dan Diskominfo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Beberapa perusahaan lain seperti CV Azimuth Production, CV Purwa Satya, Poetra Boediman, dan CV Dewi Fortuna juga ikut mencicipi manisnya &#8220;kue&#8221; APBD ini dengan masing-masing mendapatkan 2 paket pekerjaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menabrak Aturan dan Mengangkangi Asas Transparansi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masyarakat Purwakarta patut bertanya-tanya: Mengapa acara seremonial tahunan ini tidak dikelola secara terpusat oleh Disporaparbud sebagai leading sector? Mengapa harus dipecah ke dinas-dinas yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penanganan acara, seperti Inspektorat atau Damkar?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara tegas, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melarang keras tindakan memecah paket pekerjaan dengan tujuan untuk menghindari tender. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika 25 paket ini sejatinya adalah satu kesatuan rangkaian acara Hari Jadi Purwakarta, maka Pemda diduga kuat telah melakukan pelanggaran serius terhadap prinsip efisiensi dan transparansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemkab Purwakarta mengenai rincian output dari masing-masing anggaran Rp99 juta tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Publik kini menunggu, apakah uang rakyat Rp1,93 miliar ini benar-benar berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat bawah, atau justru habis menguap demi membiayai panggung megah, tenda VIP, dan konsumsi para pejabat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk memberikan hak jawab dan menjelaskan ke mana larinya setiap rupiah uang rakyat dalam pesta pora Hari Jadi 2026 ini.***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tepis Isu Sentimen, Prokompim Ungkap Alasan Wabup Tak Hadir di Mitembeyan Hari Jadi Purwakarta</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/tepis-isu-sentimen-prokompim-ungkap-alasan-wabup-tak-hadir-di-mitembeyan-hari-jadi-purwakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 09:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Abang Ijo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3663</guid>

					<description><![CDATA[​PWkab.com – Pihak Pemerintah Kabupaten Purwakarta bergerak cepat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><br>​<strong>PWkab.com</strong> – Pihak Pemerintah Kabupaten Purwakarta bergerak cepat meluruskan opini yang berkembang di masyarakat terkait ketidakhadiran Wakil Bupati Purwakarta dalam acara Mitembeyan Hari Jadi Purwakarta hari ini. Kabar yang sempat memicu spekulasi adanya sentimen tertentu di internal pemerintahan tersebut langsung ditepis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Hilman Nugraha, menegaskan bahwa absennya orang nomor dua di Purwakarta itu murni karena alasan kesehatan, bukan karena persoalan lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Hilman menjelaskan, dari sisi administrasi dan kesiapan acara, pihak panitia yang dikomandoi Sekretaris Daerah (Sekda) telah melayangkan undangan resmi kepada seluruh unsur pimpinan daerah tanpa terkecuali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Undangan Sekda selaku Ketua Panitia Hari Jadi Purwakarta sudah disampaikan kepada seluruh undangan, termasuk Wakil Bupati,&#8221; ujar Hilman saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tepis Opini Publik demi Kondusifitas Daerah</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjawab riuh spekulasi di tengah publik, Hilman kembali mempertegas kondisi riil sang Wakil Bupati yang memang tidak memungkinkan untuk hadir secara fisik di lokasi acara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Perihal ketidakhadiran Wakil Bupati, berdasarkan informasi resmi yang diperoleh pihak panitia, dikarenakan kondisi kesehatan beliau saat ini yang belum memungkinkan untuk mengikuti kegiatan,&#8221; ungkap Hilman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hilman berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu liar atau opini negatif yang dapat mengaburkan fakta sebenarnya. Langkah klarifikasi ini dinilai penting demi menjaga stabilitas politik dan sosial di Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Mudah-mudahan melalui keterangan tersebut dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat, supaya tidak berkembang opini publik yang dapat mengganggu kondusifitas dan akselerasi pembangunan Kabupaten Purwakarta saat ini di bawah kepemimpinan Om Zein &#8211; Abang Ijo,&#8221; tambahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hilman menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Wakil Bupati kepada warga, serta berharap sang pemimpin dapat segera pulih untuk mengawal sisa rangkaian hari jadi ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Beliau memohon doa semoga cepat pulih dan akan mengikuti beberapa rangkaian kegiatan Hari Jadi Purwakarta ke depan,&#8221; pungkas Hilman. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Run 5K: Rangkaian Hari Jadi Purwakarta Tahun 2025, Semangat Kebugaran dan Kesehatan</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/run-5k-rangkaian-hari-jadi-purwakarta-tahun-2025-semangat-kebugaran-dan-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 04:23:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Lari]]></category>
		<category><![CDATA[Run 5K]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3143</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Acara Run 5K dalam rangkaian kegiatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Acara Run 5K dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Purwakarta tahun 2025 digelar pada Minggu 3 Agustus 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ribuan masyarakat membanjiri mengikuti kegiatan Purwakarta Run 5k tersebut. Kegiatan ini juga menjadi bukti semangat kebugaran dan kesehatan mewujudkan Purwakarta Istimewa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bak lautan pelari pagi ini di Purwakarta, membawa semangat kebugaran dan kesehatan yang bertitik fokus Alun-alun Purwakarta 2w tepatnya di Taman Pasanggrahan Padjajaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Star dari Depag, keluar langsung belok Sudirman, belok patung egrang, Hj. Iming, tekuk di Gedung Dakwah, Finish Depan LP (Lembaga Pemasyarakatan),” ungkap panitia acara tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini nampak menjadi momen kebangganggan bagi peserta yang ikut membakar energi untuk menjaga kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin hadir ditengah-tengah peserta mengikuti Purwakarta Run 5K.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam momen tersebut, Om Zein sapaan akrab Bupati Purwakarta menuturkan kegiatan ini bukan sekadar perayaan hari jadi Purwakarta, melainkan juga menjadi penghormatan yang luar biasa terhadap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Om Zein pun untuk mengibarkan bendera di rumah masing-masing pun bergema, bentuk ajakan semangat nasionalisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Merdekakan jiwa, merdekakan hati, dan merdekakan segalanya di bumi pertiwi!” kata Om Zein, dalam kesempatan kegiatan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, sebanyak 400 pelari pertama yang berhasil mencapai garis finish juga diberikan hadiah medali sebagai bentuk tanda kehormatan. **</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gairah Pariwisata  Meningkat di Momen Hari Jadi Purwakarta Tahun 2025</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/gairah-pariwisata-meningkat-di-momen-hari-jadi-purwakarta-tahun-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 13:03:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3074</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Gairah pariwisata di Kabupaten Purwakarta terdorong...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Gairah pariwisata di Kabupaten Purwakarta terdorong meningkat pada momentum Peringatan Hari Jadi ke-194 Purwakarta dan ke-57 Kabupaten Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tepatnya pada pada 20 Juli 2025 menjadi momentum penting bagi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) untuk kembali menghidupkan sektor pariwisata dan mengembalikan kejayaan Purwakarta sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serangkaian kegiatan dan pesta rakyat telah disiapkan, salah satunya adalah kembali beroperasinya air mancur menari di Taman Sribaduga (Situ Buleud) selama tiga hari berturut-turut (18-20 Juli 2025). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Suhandi, menekankan pentingnya peran sektor pariwisata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Air mancur menari di Taman Sribaduga, sebagai salah satu ikon pariwisata Purwakarta, diharapkan dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sektor Pariwisata bisa menjadi andalan Purwakarta untuk tingkatkan perekonomian masyarakat,&#8221; ujar Suhandi, belum lama ini.<br>Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, diharapkan pula akan berdampak positif pada pertumbuhan usaha-usaha di sekitar lokasi wisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pengembangan sektor pariwisata juga jadi prioritas kerja kami. Karena, menurut kami sektor pariwisata akan jauh menguntungkan. Tentunya, hal itu akan berimplikasi pada peningkatan ekonomi masyarakatnya,&#8221; kata Suhandi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyadari pentingnya pengembangan sektor pariwisata sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, berbagai upaya strategis terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik destinasi wisata di Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya sekedar menyediakan atraksi wisata, Disporaparbud juga fokus pada kenyamanan dan kepuasan pengunjung agar mereka betah berlama-lama dan kembali berkunjung. Hal ini sejalan dengan target untuk menciptakan pengalaman wisata yang &#8220;mengangenin&#8221; dan berkesan bagi setiap pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami bersyukur karena sampai saat ini Purwakarta masih menjadi salah satu tujuan wisatawan dari berbagai daerah,&#8221; kata Suhandi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data yang dimiliki Disporaparbud menunjukkan perkembangan signifikan sektor pariwisata Purwakarta dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Suhandi menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah alasan untuk berpuas diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya-upaya berkelanjutan dan terencana masih diperlukan untuk memastikan pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan semangat Hari Jadi ini, Kabupaten Purwakarta optimistis dapat kembali meraih kejayaannya sebagai destinasi wisata pilihan di Jawa Barat. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Ngosrek&#8221; Purwakarta Tercatat Rekor MURI Bersih-bersih Jalan dengan Peserta Terbanyak</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/ngosrek-purwakarta-tercatat-rekor-muri-bersih-bersih-jalan-dengan-peserta-terbanyak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 06:29:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Ngosrek]]></category>
		<category><![CDATA[rekor muri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3056</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Kerja bakti bersih jalan di Kabupaten...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Kerja bakti bersih jalan di Kabupaten Purwakarta dengan melibatkan lebih dari 400 ribu peserta dalam kegiatan &#8220;Ngosrek Bareng Purwakarta Istimewa&#8221; pada Selasa, 22 Juli 2025 meraih Rekor Muri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kegiatan &#8220;Ngosrek&#8221; tersebut merupakanbagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-194 dan Kabupaten Purwakarta ke-57 yang elibatkan seluruh elemen masyarakat seperti perangkat daerah, camat, pemerintahan desa, dan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzen menuturkan pada rencana awal kegiatan tersebut peserta ditargetkan 250 ribu peserta. Namun, jumlah peserta melebihi dari itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Target awal 250 ribu peserta bahkan melampaui ekspektasi dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 400 ribu orang ikut kegiatan,&#8221; kata Om Zein.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia berharap, kegiatan ini akan menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan, serta membentuk karakter masyarakat yang bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui strategi digital, diharapkan pula tercipta kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Om Zein menekankan, kegiatan ngosrek yang rutin dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat di setiap desa, kecamatan, kelurahan, dan sekolah, kali ini dilakukan secara serentak dan masif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara, Triyono, Senior Manager MURI, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian rekor ini. Ia menyatakan, kegiatan kerja bakti serentak dengan jumlah peserta sebanyak ini merupakan hal yang luar biasa, terutama mengingat semangat gotong royong yang mulai memudar di kota-kota besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;MURI mencatat kegiatan ini sebagai rekor bersih-bersih kerja bakti dengan peserta terbanyak. Apresiasi tinggi diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang telah berhasil menghidupkan kembali semangat gotong-royong dan menjadikan kegiatan ini sebagai tradisi yang perlu dilestarikan,&#8221; ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Triyono juga berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan dan kesehatan bersama. Kategori rekor yang diberikan adalah &#8220;Superlatif&#8221; mengingat jumlah peserta yang sangat banyak, melampaui target awal 250 ribu peserta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan &#8220;Ngosrek Bareng Purwakarta Istimewa&#8221; ini tidak hanya berhasil meraih rekor MURI, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata Pemkab Purwakarta dan seluruh masyarakatnya dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan nilai-nilai gotong royong. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemegahan Budaya di Jantung Purwakarta</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/kemegahan-budaya-di-jantung-purwakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 08:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Purwakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3045</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Kemegahan Budaya di Jantung Purwakarta pada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">PWkab.com &#8211; Kemegahan Budaya di Jantung Purwakarta pada Perayaan Hari Jadi ke-194 Kota dan ke-57 Kabupaten, Minggu 20 Juli 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah acara kabar pada malam itu, yang lebih dari sekedar perayaan tahunan, melainkan sebuah harapan untuk kemajuan Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ribuan warga Purwakarta dan sekitarnya memadati Jalan Jenderal Sudirman, jantung Purwakarta Kota sejak awal kegiatan dimulai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Malam itu menjadi deklarasi nyata atas semangat keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia. Lampu-lampu warna-warni menghiasi jalanan, sementara aroma harum jajanan khas Purwakarta dan berbagai daerah lain menguar di udara, menambah daya tarik bagi pengunjung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival dimulai dengan iring-iringan spektakuler dari depan Kampus UPI (Parapatan Enggrang) menuju Pertigaan BTN. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein), menarik perhatian dengan menaiki kereta kencana, diiringi Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda yang menunggang kuda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Tidak hanya kesenian dari luar daerah, setiap kecamatan di Kabupaten Purwakarta juga akan menampilkan kelompok seni masing-masing, menjadikan festival ini sebagai wadah ekspresi budaya bagi seluruh warga Purwakarta. Festival ini benar-benar menjadi panggung milik semua,&#8221; kata Bupati Om Zein.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pawai megah ini memukau warga yang berjejer di sepanjang jalan, disisi lain dihiasi pula oleh semburan air mancur Sri Baduga di Situ Buleud. Sorak sorai dan tepuk tangan penonton mengiringi setiap langkahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Festival Budaya Nusantara menampilkan beragam kesenian tradisional dari seluruh Nusantara. Kehadiran Ogoh-ogoh dari Bali, menjadi magnet utama, menarik perhatian banyak penonton, terutama anak-anak yang antusias berfoto bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari Jawa Timur, kesenian Reog Ponorogo, dengan topeng dadak merak dan irama khasnya, turut memeriahkan suasana. Alunan musik gamelan berpadu dengan irama daerah lain, menciptakan harmoni indah. Para penari, dengan kostum memukau, menampilkan gerakan energik dan memikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain kesenian luar daerah, festival ini juga menampilkan ragam kesenian Jawa Barat: Badud (Pangandaran), Rengkong (Sukabumi), Bebegig (Ciamis), Surak Ibra (Garut), Benjang (Kota Bandung), Badingkut (Bandung Barat), Topeng (Bekasi), Kokoprak Genye, Nyi Pohaci (Purwakarta), Jajangkungan (Karawang), Wayang Gegeus (Kota Banjar), dan Sisingaan (Subang).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap penampilan disambut antusiasme penonton; sorak sorai dan tepuk tangan menggema, bahkan beberapa penonton ikut bernyanyi dan menari bersama. Berbagai stan makanan dan minuman menambah keseruan, dengan aroma sate, bakso, dan jajanan tradisional yang menggugah selera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Uniknya, setiap kecamatan di Kabupaten Purwakarta juga berpartisipasi, menampilkan kelompok seni masing-masing. Festival ini menjadi panggung bagi semua warga Purwakarta, menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari hiburan semata, Festival Budaya Nusantara dirancang sebagai wahana edukasi lintas generasi, menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap acara ini menjadi agenda tahunan unggulan, menarik wisatawan, menggerakkan ekonomi kreatif lokal, dan memperpanjang masa tinggal pengunjung. Festival ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tetapi juga selebrasi keberagaman Indonesia yang hidup dan tumbuh dari masyarakatnya. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rapat Paripurna Istimewa: Kilas Balik, Arahan Bupati, Pesan KDM dan Harapan Masa Depan</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/rapat-paripurna-istimewa-kilas-balik-arahan-bupati-pesan-kdm-dan-harapan-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 00:32:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[KDM]]></category>
		<category><![CDATA[Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Paripurna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3049</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Rapat paripurna istimewa pada sebagai bagian...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Rapat paripurna istimewa pada  sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-194 dan Kabupaten Purwakarta ke-57, digelar pada Minggu, 20 Juli 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gelaran rapat paripurna yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta ini berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hadir juga dalam paripurna tersebut, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein; Wakil Bupati, Abang Ijo Hapidin; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); tokoh masyarakat; perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD); serta tamu undangan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rapat Paripurna ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan Purwakarta, mengevaluasi capaian pembangunan, dan merumuskan strategi untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kilas Balik dan Apresiasi Prestasi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami, menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat atas kontribusi mereka dalam pembangunan. Ia menyorot berbagai pencapaian, termasuk peningkatan infrastruktur, kemajuan sektor pendidikan dan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penghargaan juga disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Purwakarta. Puji menekankan bahwa Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar perayaan, melainkan pengingat perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Arahan dan Harapan Bupati Purwakarta</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, dalam pidatonya menegaskan komitmen kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam pembangunan, menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama untuk mencapai Purwakarta yang lebih sejahtera,&#8221; kata Om Zein.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyampaikan visi dan misi pembangunan ke depan, yang meliputi peningkatan pelayanan publik, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Prioritas lainnya termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, serta pengembangan pariwisata dan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pesan Gubernur Jawa Barat</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan pelestarian kearifan lokal. KDM juga berbagi pengalamannya sebagai mantan Ketua DPRD dan Bupati, yang menggarisbawahi pentingnya sinergi antar lembaga, terutama dalam momen peringatan hari jadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KDM juga mengingatkan prinsip-prinsip kearifan lokal Sunda, seperti &#8220;ngajauhan kurangna deget&#8221; (menjauhkan gesekan) dan &#8220;ngartos&#8221; (saling memahami), sebagai pedoman dalam membangun kerjasama yang harmonis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gubernur juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan perlunya pembangunan sistem pangan berkelanjutan untuk menghadapi persaingan pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Penutup dan Harapan Masa Depan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Acara ditutup dengan doa dan ucapan syukur atas kemajuan yang telah dicapai. Rapat paripurna ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta, dan DPRD Purwakarta berkomitmen mendukung program pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat gotong royong dan persatuan menjadi kunci keberhasilan pembangunan Purwakarta, dan perayaan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan mewujudkan Purwakarta yang lebih gemilang di masa depan. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Budaya Nusantara Rangkaian Hari Jadi Purwakarta, Animo Masyarakat Tinggi, Datang dari Berbagai Daerah</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/festival-budaya-nasional-rangkaian-hari-jadi-purwakarta-animo-masyarakat-tinggi-datang-dari-berbagai-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 14:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Budaya Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jadi Purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Reog Ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3031</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Festival Budaya Nusantara dalam rangkaian kegiatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Festival Budaya Nusantara dalam rangkaian kegiatan Hari jadi ke-194 Kota Purwakarta dan ke-57 Kabupaten Purwakarta mendapatkan animo tinggi dari masyarakat, Minggu 20 Juli 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pantauan di lokasi, ribuan masyarakat memadati bahu jalan RE Martadinata, menyaksikan Festival Budaya Nusantara yang menampilkan 13 budaya nusantara, yakni dari 11 budaya Kabupaten di Jawa Barat dan 2 budaya dari Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, festival tersebut turut dimeriahkan oleh penampilan dari tiap desa se-Kabupaten Purwakarta. Termasuk, kereta kencana Ki Jaga Raksa turun langsung mengikuti Festival Budaya Nusantara di Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemeriahan Festival Budaya Nusantara juga turut dimeriahkan oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) dengan menunggangi Kereta Kencana Nyimas Melati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Om Zein menunggangi Kereta Kencana diikuti dengan barakuda yang salah satunya ditunggangi oleh Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin beserta jajaran pejabat Pejabat Pemerintah Kabupaten Purwakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bak lautan manusia malam ini di Purwakarta, animo ribuan masyarakat yang hadir, tertib menyaksikan Festival Budaya Nusantara meski harus rela berdesakan sesama pengunjung lainnya yang hadir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak sedikit, warga yang datang berasal dari luar kota, diantaranya mereka dari luar kota datang ke Kabupaten Purwakarta berasal dari Garut, Karawang dan Bekasi, dan daerah lainnya sekitar Purwakarta, bahkan ada rombongan yang datang dari Provinsi Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita dari Bali,” ujar Basudewa, warga Bali yang menyaksikan Festival Budaya Nusantara di Kabupaten Purwakarta. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
