<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>KPK &#8211; PWkab.com</title>
	<atom:link href="https://www.pwkab.com/tag/kpk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<description>Purwakarta Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Aug 2025 00:15:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.pwkab.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Teks_paragraf_Anda_20250317_185217_0001-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>KPK &#8211; PWkab.com</title>
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Usai Diperiksa KPK, Lisa Mariana Klaim Terima Aliran Dana Bank BJB</title>
		<link>https://www.pwkab.com/nasional/usai-diperiksa-kpk-lisa-mariana-klaim-terima-aliran-dana-bank-bjb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2025 00:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BJB]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Lisa Mariana]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3271</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Lisa Mariana mengaku terima aliran dana...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Lisa Mariana mengaku terima aliran dana PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) dari mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.</p>



<p>Hal itu disampaikannya usai diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).</p>



<p>“Ini mengenai kasusnya dengan Ridwan Kamil di Bank BJB,” ujar Lisa kepada awak media, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 22 Agustus 2025.</p>



<p>Lisa tidak membantah bahwa uang yang diterimanya digunakan untuk keperluan pribadi. Menurutnya, dana yang diterima dari Ridwan Kamil digunakan untuk kepentingan anak.</p>



<p>“Ya, kan buat anak saya. Saya enggak bisa sebut nominalnya,” ucapnya.</p>



<p>Sebagai informasi, saat ini KPK mendalami aliran dana dari pos non-budgeter Bank BJB yang diduga mengalir ke pihak eksternal. Diduga uang yang diterima Lisa dari Ridwan Kamil ada kaitannya dengan kasus bank BUMD tersebut.</p>



<p>“Kita tidak hanya menetapkan pihak-pihak sebagai tersangka tapi juga KPK concern soal bagaimana memulihkan keuangan negara secara optimal atau asset recovery-nya,” ujar Budi.</p>



<p>Menurutnya, pemanggilan Lisa sebagai saksi dilakukan berdasarkan kebutuhan penyidikan dan keterkaitannya dengan konstruksi perkara soal dana non-budgeter.</p>



<p>“Kebutuhan untuk memanggil atau pun memeriksa para pihak-pihak tertentu, tentu ada kebutuhan penyidik, bahwa yang bersangkutan diduga mengetahui adanya dari konstruksi perkara,” tutur Budi. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPK Ungkap Royal Enfield Ridwan Kamil Terdaftar Nama Orang Lain</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/kpk-ungkap-royal-enfield-ridwan-kamil-terdaftar-nama-orang-lain/</link>
					<comments>https://www.pwkab.com/kabar/kpk-ungkap-royal-enfield-ridwan-kamil-terdaftar-nama-orang-lain/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2025 20:33:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pwkab.com/?p=2262</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Motor Royal Enfield Classic 500 Limited...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Motor Royal Enfield Classic 500 Limited Edition milik mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ternyata terdaftar atas nama orang lain.</p>



<p>Hal tersebut terungkap ketika setelah penyitaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.</p>



<p>&#8220;Atas nama orang lain, bukan atas nama RK,&#8221; kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika di Jakarta, Jumat 26 April 2025.</p>



<p>Sepeda motor tersebut disita penyidik KPK dari Ridwan Kamil terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2021–2023.</p>



<p>Tessa mengatakan penyidik KPK belum bisa mengungkapkan siapa nama yang tertera sebagai pemilik kendaraan tersebut.</p>



<p>&#8220;Belum bisa dibuka saat ini, yang jelas bukan atas nama saudara RK yg dimaksudkan rekan-rekan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam perkara tersebut, penyidik KPK total menyita 26 unit kendaraan antara lain satu unit Mitsubishi Pajero, satu unit Toyota Innova Zenix Hybrid, satu unit Toyota Avanza, dan satu unit kendaraan roda dua Yamaha NMAX.</p>



<p>Dua unit diantaranya disita dari Ridwan Kamiil yakni satu unit motor Royal Enfield Classic 500 Limited Edition berkelir hitam dan satu unit kendaraan roda empat.</p>



<p>Dalam perkara dugaan korupsi Bank BJB, penyidik KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Divisi Corsec Bank BJB Widi Hartoto (WH).</p>



<p>Selain itu, pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (IAD), pengendali agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik (S), dan pengendali Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma (SJK).</p>



<p>Lima orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPPenyidik KPK memperkirakan kerugian negara akibat dugaan korupsi di Bank BJB tersebut sekitar Rp222 miliar. ***</p>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.pwkab.com/kabar/kpk-ungkap-royal-enfield-ridwan-kamil-terdaftar-nama-orang-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
