<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Lampung Adat Cirendeu &#8211; PWkab.com</title>
	<atom:link href="https://www.pwkab.com/tag/lampung-adat-cirendeu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<description>Purwakarta Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jun 2025 00:41:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.pwkab.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Teks_paragraf_Anda_20250317_185217_0001-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>Lampung Adat Cirendeu &#8211; PWkab.com</title>
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dedi Mulyadi Terima Aduan Soal 40 Hektare Tanah Kampung Adat Cireundeu Terancam, Ini Tanggapannya</title>
		<link>https://www.pwkab.com/nasional/dedi-mulyadi-terima-aduan-soal-40-hektare-tanah-kampung-adat-cireundeu-terancam-ini-tanggapannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2025 00:41:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Cimahi]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung Adat Cirendeu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=2905</guid>

					<description><![CDATA[PWkab.com &#8211; Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menerima aduan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>PWkab.com</strong> &#8211; Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menerima aduan dari masyarakat warga Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi, Jawa Barat.</p>



<p>Warga mengeluh terkait kondisi 40 hektare tanahnya yang terancam perubahan lingkungan ke Dedi Mulyadi.</p>



<p>Adapun keluhan itu disampaikan warga aat kunjungan Dedi ke Kampung Adat Cireundeu. Dalam video yang diposting Dedi Mulyadi di akun Instagram @dedimulyadi71.</p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, mantan Bupati Purwakarta ini mengobrol tentang singkong di Cireundeu. Sebab warga di sana mempertahankan nilai budaya, salah satunya dengan mengonsumsi beras singkong (rasi).</p>



<p>“Jadi tuangnya sampeu, teu nuang sangu? Aya sabaraha KK? Jadi warga sini makannya singkong, ga makan beras? Ada berapa KK?” tanya Dedi kepada salah satu warga.</p>



<p>Lahan 40 Hektare Terancam Asep lalu bercerita sudah sejak lama warga di Kampung Cireundeu mengonsumsi singkong. Untuk menutupi kebutuhan pokok tersebut mereka memanfaatkan lahan seluas 40 hektare untuk ditanami singkong.</p>



<p>Dalam setahun, singkong tersebut hanya berbuah sekali. Untuk itu, tidak ada panen raya di kampung adat tersebut.</p>



<p>“Jadi setiap hari ada yang nanam, nyangkul, dan memanen. Warga bisa saja mengambil singkong dari tanah tetangganya. Jadinya, saling mengisi,” tutur Abah Asep.</p>



<p>Selain itu, tidak ada bahasa, warga satu membeli beras singkong ke tetangganya. Semua tanaman sampeu yang ada di kebun warga dikelola dengan bersama-sama untuk semua warga.</p>



<p>Namun kini lingkungan sudah berubah. Untuk mempertahankannya membutuhkan perjuangan keras.</p>



<p>“Rariweuh, Pak. Lumayan untuk mempertahankannya,” tutur Abah Asep.</p>



<p>Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi berjanji akan berbicara ke wali kota Cimahi.</p>



<p>“Kita tetapkan saja sebagai cagar budaya, agar tidak terinvensi oleh yang lain,” tutur dia. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
