<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>LPPNU &#8211; PWkab.com</title>
	<atom:link href="https://www.pwkab.com/tag/lppnu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<description>Purwakarta Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Feb 2026 22:32:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.pwkab.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Teks_paragraf_Anda_20250317_185217_0001-removebg-preview-32x32.png</url>
	<title>LPPNU &#8211; PWkab.com</title>
	<link>https://www.pwkab.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>LPPNU Purwakarta Dorong Petani Lokal Ambil Peran dalam Program Makan Bergizi Gratis</title>
		<link>https://www.pwkab.com/kabar/lppnu-purwakarta-dorong-petani-lokal-ambil-peran-dalam-program-makan-bergizi-gratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ikbal Safana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 22:32:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[Abang Ijo]]></category>
		<category><![CDATA[LPPNU]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Lokal Purwakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pwkab.com/?p=3508</guid>

					<description><![CDATA[​PWkab.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>​<strong>PWkab.com</strong> – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purwakarta, melalui Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), mengambil langkah strategis untuk mengintegrasikan petani lokal ke dalam <strong>Program Makan Bergizi Gratis (MBG)</strong>. Langkah ini diambil agar program nasional tersebut tidak hanya memperbaiki gizi anak bangsa, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi petani di daerah.</p>



<p>​Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi LPPNU Purwakarta yang digelar pada Selasa malam (17/2/2026) di Rumah Dinas Wakil Bupati Purwakarta. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPPNU sekaligus Wakil Bupati Purwakarta, <strong>Abang Ijo Hapidin</strong>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">​<strong>Investasi SDM dan Pengentasan Kemiskinan</strong></h3>



<p>​Program MBG dirancang pemerintah sebagai investasi jangka panjang menuju <strong>Indonesia Emas 2045</strong>. Fokusnya adalah menekan angka <em>stunting</em> dan anemia pada anak sekolah serta ibu hamil/menyusui. Namun, LPPNU melihat sisi lain yang tak kalah krusial: penciptaan lapangan kerja.</p>



<p>​“Tujuan MBG bukan hanya soal gizi. Program ini juga menjadi instrumen penting untuk mengentaskan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja,” ujar Abang Ijo Hapidin dalam rapat tersebut.</p>



<p>​Ia menekankan bahwa rantai pasok pangan harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat bawah. “Dalam MBG ini, petani Purwakarta jangan sampai hanya jadi penonton, tapi harus menjadi pelaku yang berperan aktif,” tegasnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">​<strong>Strategi Konkret: Dari Koperasi hingga Komoditas Bayam</strong></h3>



<p>​Untuk merealisasikan target tersebut, LPPNU Purwakarta telah menyiapkan sejumlah langkah teknis:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>​<strong>Kemitraan Strategis:</strong> Menggandeng <strong>Koperasi Pemasaran Alam Agraris Semesta</strong> sebagai jembatan antara petani dan dapur umum MBG.</li>



<li>​<strong>Komoditas Prioritas:</strong> Menetapkan <strong>bayam</strong> sebagai fokus utama karena masa panen yang singkat, risiko rendah, dan perputaran modal yang cepat.</li>



<li>​<strong>Sistem CPCL:</strong> Pendataan ketat melalui skema Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang dilengkapi titik koordinat lahan untuk memastikan transparansi.</li>



<li>​<strong>Pendampingan Organik:</strong> Penyuluhan pembuatan pupuk organik oleh Arie Sopandi Hidayat untuk menekan biaya produksi, didukung administrasi rapi oleh Indra Purnama Sambas.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">​<strong>Memotong Rantai Pasok</strong></h3>



<p>​Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah skema <strong>pengambilan hasil panen langsung di lahan petani</strong>. Cara ini dinilai efektif untuk memotong rantai distribusi yang panjang, sehingga petani mendapatkan harga jual yang lebih kompetitif dan menguntungkan.</p>



<p>​Dengan pemetaan lahan berbasis aplikasi, LPPNU Purwakarta optimistis distribusi pangan akan lebih akurat. Inisiatif ini diharapkan menjadi model sinergi nasional-lokal yang mampu mengubah program bantuan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
