Purwakarta, PWkab.com — Jeritan dan penantian panjang warga Kecamatan Sukatani atas hancurnya infrastruktur di wilayah mereka akhirnya berakhir, namun bukan lewat tangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Ruas jalan vital yang menghubungkan pertigaan Cimuntuk (Desa Sukatani) hingga Kampung Kebon Kalapa (Desa Malangnengah) kini mendadak mulus setelah “disuntik” anggaran bernilai fantastis dari APBN pusat.
Langkah ini seolah menjadi tamparan keras bagi pemangku kebijakan lokal, mengingat jalan sepanjang 2,1 kilometer tersebut sudah lama dibiarkan rusak parah dan telantar tanpa tersentuh perbaikan berarti.
Selama bertahun-tahun, warga dipaksa bertaruh nyawa menghadapi kubangan dan kepulan debu akibat padatnya truk bertonase besar yang bebas melintas dan memperparah kerusakan.
Intervensi Pusat Jawab Keresahan Warga
Mulusnya jalan Sukatani-Malangnengah ini murni hasil “jalan pintas” politik melalui usulan langsung Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Saan Mustofa.
Proyek jumbo senilai Rp8,2 miliar tersebut berhasil digolkan dari pusat demi menjawab keresahan warga yang tak kunjung diakomodasi secara cepat oleh anggaran daerah.
Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi NasDem, Astri Novita Sari, secara blak-blakan mengonfirmasi bahwa realisasi proyek ini merupakan buah perjuangan keras di tingkat pusat untuk mengeksekusi aspirasi yang sudah lama mengendap.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Saan Mustofa yang telah memperjuangkan dan merealisasikan aspirasi masyarakat. Jalan ini sudah lama menjadi harapan warga, dan kini manfaatnya benar-benar dirasakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” cetus Astri tegas kepada awak media, belum lama ini.
Warga Sukatani: Dulu Rusak Parah, Kemana Saja Pemerintah?
Dampak instan dari turunnya anggaran pusat ini langsung dirasakan oleh masyarakat setempat yang selama ini menjadi korban buruknya jalanan.
Deni (54), warga Sukatani, tidak bisa menyembunyikan kelegaannya sekaligus menyentil kondisi masa lalu yang membuat mobilitas warga sempat lumpuh.
“Dulu jalan ini rusak parah dan sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari. Sekarang baru bagus. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Astri Novita Sari yang terus cerewet mendorong perbaikan jalan ini ke atas hingga akhirnya terealisasi, juga kepada Bapak Saan Mustofa yang sudah pasang badan memperjuangkannya di pusat,” ungkap Deni.
Sinyal Keras untuk Perawatan Jangka Panjang
Rampungnya proyek senilai miliaran rupiah ini kini meninggalkan pekerjaan rumah baru bagi otoritas terkait. Warga Sukatani menegaskan, setelah jalan ini berhasil diperbaiki lewat jalur intervensi pusat, pengawasan terhadap truk-truk bertonase besar harus diperketat.
Masyarakat menuntut komitmen nyata agar jalan yang baru saja ‘diberesi’ oleh APBN ini tidak kembali hancur akibat pembiaran dan lemahnya ketegasan regulasi di lapangan. ***








