Tutup
Kabar

Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin Ikuti Rakor Kemendagri, Ini yang Dibahas

×

Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hapidin Ikuti Rakor Kemendagri, Ini yang Dibahas

Sebarkan artikel ini

Pwkab.com – Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Purwakarta, berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

​Rakor tersebut berlangsung di Aula Janaka pada Kamis (11/12/2025) dan memiliki dua agenda utama: pembahasan antisipasi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), serta evaluasi kesiapsiagaan dinas pemadam kebakaran (Damkar) di daerah setelah insiden tragis kebakaran gudang drone di Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.

Iklan
Iklan

​Wakil Bupati Abang Ijo Hapidin mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menanggapi secara serius kebakaran di gudang pembuatan drone Kemayoran, yang dilaporkan menelan korban jiwa hingga 22 orang. Peristiwa memilukan ini kembali menekankan pentingnya peran serta kesiapan Damkar, termasuk di tingkat kabupaten/kota, dalam menyambut periode Nataru.

​Abang Ijo menyatakan, “Kita mendengarkan arahan ini disampaikan langsung oleh Mendagri dalam sebuah pertemuan virtual, di mana ia secara khusus mengapresiasi kinerja Damkar dalam menanggulangi bencana di Jakarta,” pada Kamis (11/12/2025).

​Lebih lanjut, Mendagri telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran di bawah Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di wilayah masing-masing.

​Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, menjelaskan bahwa upaya pencegahan telah menjadi kegiatan rutin dinasnya. Ia menekankan, “Saat ini langkah-langkah yang kami laksanakan itu sebenarnya sudah kita laksanakan setiap hari terkait dengan pencegahan,” ujarnya.

​Fokus utama pencegahan ini meliputi pemeriksaan dan pengawasan gedung-gedung secara terjadwal. Tim Damkar rutin memeriksa kelengkapan alat proteksi kebakaran di setiap bangunan, seperti sistem hidran, sprinkler, dan alat proteksi pasif lainnya.

​Juddy juga menyebutkan bahwa Hotel Harper, sebuah gedung berlantai delapan, diidentifikasi sebagai bangunan berisiko kebakaran tinggi di Purwakarta. Meskipun demikian, pemeriksaan tahunan telah dilakukan, dan hotel tersebut dinilai telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.

​Meski langkah pencegahan rutin dilakukan, Damkar Purwakarta mengakui adanya hambatan signifikan dalam upaya peningkatan kapasitas operasional mereka. Kendala tersebut meliputi terbatasnya jumlah anggota Damkar serta minimnya sarana dan prasarana, khususnya untuk penanganan kebakaran pada gedung-gedung bertingkat.

​Terkait keterbatasan tersebut, Juddy menjelaskan, “Untuk menangani sebuah gedung bertingkat, tentunya kita harus memiliki alat proteksi pasifnya berupa kendaraan yang bisa mencapai titik tertinggi. Hari ini memang kita belum memiliki itu (seperti Skylift di Jakarta),”.

​Oleh karena itu, Damkar Purwakarta saat ini memfokuskan upaya pada pengamanan bahwa gedung-gedung berisiko tinggi telah dilengkapi dengan proteksi kebakaran aktif yang memadai, seperti hidran dan sprinkler, yang diharapkan mampu memadamkan api di seluruh lantai bangunan, mulai dari lantai 1 hingga lantai 8. ***