Tutup
Kabar

​Satu Tahun Om Zein dan Abang Ijo: Kepuasan Publik Hanya 23%, Aktivis Muda Kritisi Pembangunan yang ‘Kaku’

×

​Satu Tahun Om Zein dan Abang Ijo: Kepuasan Publik Hanya 23%, Aktivis Muda Kritisi Pembangunan yang ‘Kaku’

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

PWkab.com – Momentum satu tahun kepemimpinan Saepul Bahri Binzein (Om Zein) sebagai Bupati Purwakarta bersama Wakilnya, Abang Ijo Hapidin, menjadi sorotan tajam publik. Berdasarkan survei opini yang dirilis akun Instagram @urangpurwakarta.id pada Februari 2026, tingkat apresiasi masyarakat terhadap kinerja duet pemimpin ini menunjukkan angka yang perlu dievaluasi serius.

Hasil Survei: Hanya 23% Responden yang Menyatakan Puas

​Jajak pendapat digital tersebut mengungkap bahwa mayoritas warga Purwakarta masih bersikap skeptis atau belum merasakan dampak nyata dari kebijakan Bupati Om Zein dan Abang Ijo. Berikut rincian datanya:

Iklan
Iklan
  • 23% Responden menyatakan “Puas Atuh!” terhadap kinerja setahun terakhir.
  • 35% Responden secara terbuka menyatakan “Tidak Puas Ah!”.
  • 42% Responden memilih sikap “Punten, No Comment!”.

​Angka kepuasan yang hanya berada di kisaran 23% ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk meninjau kembali prioritas pembangunan yang selama ini dijalankan.

Kritik Tubagus Rizki Putra: “Pembangunan Jangan soal Aspal, Tapi Ingat juga ke Pemuda”

​Aktivis Muda Purwakarta, Tubagus Rizki Putra, menilai rendahnya angka kepuasan tersebut berakar dari minimnya perhatian Bupati terhadap ruang kreatif bagi generasi muda.

​”Kenapa angkanya bisa di posisi itu? Karena minimnya, bahkan tidak ada ruang bagi pemuda. Om Zein seolah lupa bahwa peran pemuda sangat penting untuk masa depan Purwakarta yang katanya ‘Istimewa’. Beliau terlalu fokus memikirkan infrastruktur fisik,” tegas Tubagus.

​Menurutnya, membangun jalan adalah tugas dasar yang bisa dilakukan oleh siapa pun yang menjabat bupati. Namun, yang lebih mendesak adalah pembangunan yang adaptif terhadap zaman, yakni fasilitas publik yang mendukung kreativitas dan inovasi anak muda.

“Fokuslah pada Kinerja!”

​Selain mengkritik kebijakan pembangunan, Tubagus juga memberikan sorotan tajam pada dinamika politik yang berkembang. Ia sangat menyayangkan adanya upaya dari pihak-pihak tertentu yang terus membangun narasi provokatif.

​”Di momentum satu tahun ini, saya sangat menyayangkan adanya pernyataan beberapa masyarakat yang terus memprovokasi, seolah-olah ingin mengadu domba antara Bupati dan Wakilnya,” tambahnya.

​Ia mengingatkan agar semua pihak kembali fokus pada substansi kinerja Pemda Purwakarta. Tubagus melempar pertanyaan krusial terkait kondisi riil di lapangan yang harus segera dijawab dengan data:

  1. Ekonomi: Bagaimana realita angka pengangguran dan kemiskinan di Purwakarta saat ini?
  2. Kesejahteraan: Bagaimana progres penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan lapangan kerja?
  3. Konsistensi: Apakah program seperti “Ngosrek” masih berjalan efektif atau sudah berhenti?

​”Saya yakin ruang kritis masyarakat Purwakarta masih ada. Daripada sibuk memprovokasi, lebih baik kita tagih sejauh mana masalah mendasar rakyat sudah berkurang selama satu tahun ini,” pungkasnya. ***